Senerek | Sop warisan Zaman Belanda khas Magelang


Sop Senerek,masakan khas dari Magelang memang nggak banyak yang tahu.Sup ini sebenarnya adalah kuliner peninggalan masa penjajahan Kolonial Belanda dahulu, Sop Senerek berasal dari kata Snert (kacang polong), tetapi orang Magelang menyebutnya senerek dan dibuat dari kacang merah. (ada masakan sejenis di Menado, dengan nama Brenebon/ Bruineboone, tapi mengunakan daging babi, jadi untuk umat muslim sebaiknya dihindari, atau ditanyakan dulu mengunakan daging apa..)
Tampilannya mungkin seperti sop Iga atau sop buntut pada umumnya, tetapi mungkin yang membedakannya adalah Kacang Merah sebagai inti bukan sebagai garnish, dan penggunaan kaldu kacang yang membuat sop ini khas dan BEDA…
dan ini dia resepnya…hasil aku browsing sana sini..
SOP SENEREK
Bahan:
350 gram      daging sapi, potong dadu
400 gram      kacang merah, rendam semalaman
1 – 1,5 liter   air (800 ml untuk merebus daging, sisanya untuk merendam/presto kacang)
3 buah          kentang, potong dadu
4 buah          wortel ukuran sedang, potong tipis
2 batang       daun bawang, iris halus
4 batang       seledri, iris kasar
2 bh tomat    iris sesuai selera
5 butir           cengkeh (bila suka)
3 buah          pala
3 – 4 sdt       merica
garam secukupnya untuk mempertajam rasa, gula sedikit untuk rasa gurih
kaldu ayam bubuk bila suka (dalam hal ini aku gunakan Masako yang rasanya lebih soft, jadi rasa dagingnya nggak hilang)
bawang goreng sebagai taburan

Cara Memasak:

–          Rebus kacang merah hingga empuk (presto bila perlu), jangan buang air sisanya (sari kacang merah)
–          Haluskan pala dan mrica, masukkan dalam rebusan daging
–          Masukkan potongan daging sapi, masak sampai daging berubah warna (jika ingin daging lebih cepat empuk, bisa di rebus terpisah, gunakan kaldunya sebagai kuah kaldu sop)
–          Masukkan kentang dan wortel, tunggu hingga empuk
–          Masukkan kacang merah, dan air sari kacang merah. Masak dengan api kecil.
–          Beri bumbu-bumbu, garam, kaldu bubuk dan penyedap rasa jika suka
–          Masukkan irisan tomat, daun bawang, seledri.
–          Masak hingga daging dan kacang merah empuk dan seluruh rasa menyatu, taburkan bawang merah goreng.
Angkat dan sajikan
Tips. Masak satu hari sebelum disajikan lebih enak. Dapat pula ditambah iga, agar lebih special lagi iga dapat di bakar atau di goreng terlebih dulu agar terkesan krispy..
agar kacang lunak, kacang direndam selama semalaman.
bisa juga menggunakan kacang merah basah biar cepat empuk.

,

  1. #1 by Harno on 22 Maret 2012 - 08:12

    Lama sekali saya mencari resep ini…..bukan karena enaknya sup ini……tapi karena kangen sekali pada Almahumah Ibu tercinta yang selalu membuat sup senerek ini sejak saya kecil hingga besar…..sejak Ibu meninggal….tidak ada seorang anakpun yang mampu memasak sup senerek se-enak almahumah Ibu tercinta….pengalaman 25 tahun membuat sup senerek betul2 sangat enak….seperti cinta kasihnya kepada anak-anak dan keluarga…..terima kasih mas…..mohon ijin untuk copy resepnya….salam

    • #2 by zhiigo on 17 Oktober 2012 - 20:29

      Wah..kalo saya sih emang suka karena enak..:)
      btw saya bukan mas lho…

  2. #3 by mm on 30 Juli 2012 - 07:42

    wah mas senang sekali nemu resep ini di sini, ijin praktekin dan ijin share ya mas🙂

  3. #5 by titis on 29 Januari 2013 - 21:43

    Enak banget. Masakan wktu kcil & msih sekolah. Menjadi menu wajib & sll terhidang di rumah ktika hari libur..

  4. #6 by Gin Subiharso on 5 Oktober 2014 - 16:37

    Di Malang pun ada, sbgai kota tangsi sejak jaman Belanda sprti Cimahi,Magelang,jg pninggalan mereka.Kami jg suka bikin.

  5. #7 by Erka on 2 Mei 2015 - 22:30

    Ga pake bawang bombay dan bawang merah mba? Beda dengan resep ibuku..

tinggalkan jejak di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: